HAKIKAT MENGANGAT JARI TELUNJUK DALAM SHOLAT
Diangkatny a jari telunjuk saat shalat agar terkumpul isyarat TAUHID dalam dirinya baik secara keyakinan, ucapan dan perbuatan.
( ووضع يديه في ) قعود ( تشهديه على طرف ركبتيه ) بحيث تسامته رؤوس الأصابع ( ناشرا أصابع يسراه ) مع ضم لها ( وقابضا ) أصابع ( يمناه إلا المسبحة )
( قوله إلا المسبحة ) إنما سميت مسبحة لأنها يشار بها للتوحيد والتنزيه عن الشريك وخصصت بذلك لاتصالها بنياط القلب أي العرق الذي فيه فكأنها سبب لحضوره
Dan meletakkan
(Keteranga n kecuali jari penunjuk) dinamakan musabbihah karena dia adalah jemari yang digunakan untuk memberikan isyarat pada tauhid dan penyucian Allah dari segala kesyirikan , dan dalam tasyahhud (tahiiyat) jari yang dipakai hanya jari penunjuk karena pertautann ya dengan hati dalam arti didalamnya terdapat otot yang bertautan dengan hati, dengan demikian diharapkan dapat berakibat khusyu’nya seseorang dalam shalat.
I’aanah at-Thoolib iin I/174
Dalam keterangan kitab lain dijelaskan jari tengah bertautan dengan alat vital.
وَيُدِيمُ رَفْعَهَا وَيَقْصِدُ مِنْ ابْتِدَائِ هِ بِهَمْزَةِ إلَّا اللَّهُ أَنَّ الْمَعْبُو دَ وَاحِدٌ ، فَيَجْمَعُ فِي تَوْحِيدِه ِ بَيْنَ اعْتِقَادِ هِ وَقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ .
Dan langgengka
Hasyiyah al-Bujairo mi ala al-Khothii b IV/394
Wallaahu A’lamu Bis Showaab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar