Apakah makom Syariat(islam),makom Toriqot(iman),makom Hakikat(ihsan)
Kapan makom syariat di lakukan ....?Kapan makom Toroqot di amalkan.......?
Kapan makom Hakikat dirasakan.........?
Manusia adalah mahluk yang paling mulia di antara semua mahluk yang di ciptakan oleh ALLAH. ALLAH S.W.T. menciptakan manusia dengan tujuan tertentu dan di bekali dengan rahmat ALLAH yang maha besar dengan di beri Akal pikiran yang tidak pernah di berikan kepada mahluk lain,manusia di ciptakan oleh ALLAH hanya untuk beribadah kepada ALLAH S.W.T,dan beri bekal yang amat sangat banyak untuk keperluan ibadah dan untuk kebutuhan hidup dalam menjalani kehidupan di atas bumi,akan tetapi setelah manusia di turunkan di atas bumi kebanyakan sibuk dengan bekal/hiasan yang telah di berikan oleh ALLAH dan lupa dengan tujuan ALLAH menciptakan dirinya. Di dalam pelaksanaan beribadah kepada ALLAH S.W.T membimbing dan menuntun mahkluknya (manusia) bagaimana cara beribadah kepada ALLAH S.W.T melalui tuntunan yang di bawa oleh nabi Muhammad S.A.W dengan mensyariatkan tiga(3) cara/tahapan:
1)cara tahap syariat(islam)
2)cara tahap thoriqot(iman)
3)cara tahap hakikat(ihksan)
cara islam(syariat) adalah merupakan landasan/langkah awal
تَـمْـحِـدٌ لاِْاِيْـيـماَنْ
untuk menuju ke makom iman
بـَيْـنَ اْلاِسْـلَـمْ وَلْاِيْـمَانْ
ketiga cara atau tahapan tersebut diambil dari gerak-gerik secara dhohir maupun secara kata2 dan secara bathin/rohani dari kehidupan Rosulullah.
Tahapan pertama dalam menghadap/ibadah kepada ALLAH ialah اَلْـمُـحَـافَظَهْ dengan cara meniru apa yang dilakukan oleh Rosulullah dan menjaga dengan kuat dalam melaksanakan cara2 dhohir/syariat,
setelah kita membaca dua kalimat Syahadah maka laksanakan secara Istiqomah dan thumakninah,
setelah semua itu dilaksanakan dengan bersungguh-sungguh secara Istiqomah dan Thumakninah maka semua itu akan berbuah/akan naik ke makom Iman
سَـمْـرَتُلْ اِيْـمَـانْ وَلْإِِسْـلَـمْ
jadi iman itu merupakan buah dari hasil perbuatan 2 secara dhohir
Disaat kita sudah duduk di makom Iman dan di landasi dengan perbuatan dhohir secara Istiqomah
makan disaat itulah akan naik ke makom Yaqin, yang mana yaqin itu merupakan puncak dari keimanan
اَلْيـَقىِ ن ُ هُـوَدِرْوَةُالْإِيْـمَانْ قُلُّـهْ
maka disaat kita sudah duduk di makom Yaqin maka disitulah akan merasakan suatu RASA (ketenangan dan kebahagian dan takut ) dll di dalam beribadah menghadap kepada ALLAH S.W.T (inilah yang di sebut musyahadah)
disaat kita sudah betul2 masuk/duduk di makom Yaqin dan betul2 meyaqini keberadaan ALLAH dan janji2 ALLAH, maka disitu akan masuk ke makom Ihsan
الْإِحْـسَـانْ اَعْـلَادَرَجَـةِ اْلإِِسْـلَـمْ وَاْلإِيْـمَانُ وَاْلـيَقِينُ
Ihsan adalah buah/hasil dari perbuatan istiqomah yang di lakukan melalui makom islam,makom iman,makom yaqin, dan ihsan itu sendiri merupakan makom tertinggi dari ketiga makom di atas.
keberadaan iman yang ada pada diri kita bisa bertambah dan berkurang يَـزِيْدُوَيَـغْقُـسْ
* Iman kita bisa bertambah apabila kita melaksanakan apa yang di perintah oleh ALLAH dan di Ridhoi oleh NYA
*Iman kita bisa berkurang apabila kita tidak melaksanakan apa yang di perintah oleh ALLAH atau dan pandaiyang yidak di Ridhoi oleh NYA
Ukuran bertambah/berkurangnya iman seseorang di lihat seberapa giat melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi apa yang di larang atau sesuatu yang tidak di Ridhoi oleh ALLAH.
yang mendorong kita untuk melasanakan perintah dan menjauhi larangannya ialah Keyaqinan (seberapa kuat keyaqinan kita kepada ALLAH) disinilah letak ukuran sebenar keimanan seseorang
عـَلَ قََـدْرِألْـيَـقِـيْـنُ
apabila kita sudah melaksanakan semua yang di perintahkan dan menjauhi semua yang di larang melalui makom yaqin di situlah yang di namakan mendapat taufik dari ALLAH.
seprti yang di katakan oleh Sayidina Ali R.A wa karromallahu wajhah
قَـَلِلٌ مِـنَ تّـَـوْفـِـقْ خَــيْــرٌ مِــنْ كَــثِــيْرٍ مِــنَ ألْــعــقْـلِ وَالْـعِــلـْمِ
خَـلْـقُ طَـعـَةْ
taufik adalah melaksanakan ketaatan.. yaitu apabila mampu membuktikan ilmu dan kepandaianya dengan melakukan/melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangannya untuk menghadap (mengabdi/ibadah) secara Amaliah Dzohir dan hatinya selalu mersakan dan menyadari kalau dirinya mendapat taufik dari ALLAH dan di kembalikan semua itu kepada ALLAH.
Apabila seseorang sudah merasa pasrah dan amal perbuatannya sudak sesuai/cocok dengan tuntunan nabi dan sunnah nabi dan aturan syariat sudah cukup...?
awal pertolongan dari ALLAH yang di berikan kepada para walinya adalah menghilangkan/mengangkat sifat mengaku-ngaku .
seprti yang di katakan oleh Sayidina Ali R.A wa karromallahu wajhah
قَـَلِلٌ مِـنَ تّـَـوْفـِـقْ خَــيْــرٌ مِــنْ كَــثِــيْرٍ مِــنَ ألْــعــقْـلِ وَالْـعِــلـْمِ
sedikit mendapat taufik dari ALLAH lebih baik dari pada orang yang banyak ilmunya dan pandai tetapi tidak mendapat taufik dari ALLAH.
APAKAH TAUFIK ITU..?
مَـاهِـيَ الـتّـَوْفِـقْ...؟
خَـلْـقُ طَـعـَةْ
taufik adalah melaksanakan ketaatan.. yaitu apabila mampu membuktikan ilmu dan kepandaianya dengan melakukan/melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangannya untuk menghadap (mengabdi/ibadah) secara Amaliah Dzohir dan hatinya selalu mersakan dan menyadari kalau dirinya mendapat taufik dari ALLAH dan di kembalikan semua itu kepada ALLAH.
seperti riwayat kanjeng sulton Auliya asy syaihk Abdul Qodir al-jailani di dalam manaqibnya mengatakan bahwa beliau sebelum melakukan sesuatu apapun, beliau sudah menyandarkan segala sesuatunya/ pasrah kepada ALLAH, dan di dalam pasrah kepada ALLAH harus sesuai dengan konsep-konsep dan tuntunan dari Nabi dan sunnah Nabi
الَـتَّـفْـوِدُوَألْـمُـوَفَـقـَهْ مَـعَ تـَبَـرِّ مِـنَ الْـحَـوْلِ وَالْـقُـوَّةَ
Apabila seseorang sudah merasa pasrah dan amal perbuatannya sudak sesuai/cocok dengan tuntunan nabi dan sunnah nabi dan aturan syariat sudah cukup...?
semua itu belum cukup/sempurna sebelum dalam dirinya di hilangkan atau membuang rasa mengaku-ngaku (merasa sudah bisa melakukan kebaikan dan merasa bisa sudah taat kepada ALLAH) dan di kembalikan lagi bahwa semua itu semata-mata berkat rahmat pertolongan dari ALLAH.
اوَّلُ الْـحِْفـدِ
awal pertolongan dari ALLAH yang di berikan kepada para walinya adalah menghilangkan/mengangkat sifat mengaku-ngaku .
APAKAH SYARIAT/ISLAM ITU ....?
مـاَهِـيَ الـشَّـرِ يْعَـهْ.....؟ الَـشََرِيْـعَـة هِـيَ الْـعِـلْـمِ بِـلْ يَـقِيـنُ
jadi syariat itu adalah suatu ilmu yang menjelaskan atau yang mengatur secara Dzohir untuk menuju/mencapai keyaqinan contoh nya;
1)apa syarat sah nya sholat dan bagaimana syarat rukunya sholat.
2)apa syarat-syarat ihklas dan apa rukun-rukunya
APAKAH THORIQOH/IMAN ITU...?
jadi iman itu adalah suatu ilmu yang membahas atau yang mengatur masalah keyakinan dan cara-cara melaksanakan keyakinan itu sendiri.
di dalam melaksanakan keyakinan kepada ALLAH di dalam beribadah menjumpai apa/merasakan apa dalam malaksanakan ibadah di sisi ALLAH. itu di namakan musyahadah( ihksan/hakikat)
اَلْـحَـقِى قـَهْ هِـيَ سُـوحُـدُمَـنْ يَـتـَـوَ الله بِـرِعَيَـاتِـهِ مِـنْ عِـبـَدِ
kalau di dalam melakukan ibadahnya,sholatnya,dan dzikirnya merasa bisa melihat ALLAH(bukan berarti melihat secara dzohir/bathin)akan tetapi merasakan kekuasaan NYA atau merasa di lihat oleh ALLAH, itu menunjukkan sudah masuk makom hakikot/ihksan.
sabda Nabi Muhammad SAW
اَنْ تَـعْـبُـوْدَاللهَ كَأَنّـَكَ تَـرَفـإِِنْ لَـمْ تَـَكُـنْ تَـرَ فَــإِنَّـهُ يَـرَ
Artinya: Engkau menyembah ALLAH seakan-akan engkau melihat NYA. jika Engkau tidak melihat NYA, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu
وَلَا عَـَيْـنٌ رَعَـةْ وَلَااُذُ نٌ سَـمِـعَـةْ وَلَاخَـطَــرَ عَلَاَ قَـلْـبِ بَـثَـرْ مِـنْ حَـقـَائِـقِ بَـطِـنْ
jadi musyahadah itu adalah berada di dalam hati masing-masing orang yang melakukan ibadah yang sesuai dengan Syariat ALLAH dan Ahklak beserta sunnah Rosulullah
SYARIAT/ISLAM......?
مََـاهِـيَ شَّـرِيْـعَـهْ...؟ فـَا شّـَـرِيْـعَـهْ اَنْ تَـعْـبُـدَ
Kesimpulan dari Syariat adalah yang penting melaksanakan ibadah yang sesuai dengan syarat rukunya, maka Syariat itu suatu cara pelaksanaan yang menitik beratkan pada disiplin dhohir yang sesuai dengan syarat rukun ibadah.
THORIQOH/IMAN...?
مَـاهِـيَ الطَّـرِقَـهْ...؟اَطَّـرِقَـهْ اَنْ تَــقْـسِِـدََ
Jadi thoriqoh/iman itu adalah suatu cara yang mana cara tersebut supaya mengerti tujuan dari apa yang di lakukan.
di dalam Alqur'an Allah telah memberi jaminan kepada manusia. Allah berfirman;
اِنَّ الـصّـَلَاةَ تَـنْـهَ عَـنِ الْـفَخْشَـاءَ وَالْـمُنْكـَر
Bahwa sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan mungkar.
kita semua sadar kalau kita sudah melakukan sholat 5 waktu, yang menjadi pertanyaan bagi diri kita... ?
*kenapa perbuatan sholat itu tidak memberi dampak terhadap kehidupan kita...?,
*dan masih banyak orang yang berbuat maksiat dan kejahatan.....?
itu semua karena kebanyakan dari kita tidak tau tujuan ibadah itu,
Maka disinilah peran Thoriqoh/keimanan di mulai agar supaya mengerti tujuan ibadah itu dan mengerti apa yang sedang di baca dalm ibadah,
karena kebanyakan di dalam melaksanakan ibadah hanya sekedar melepas kewajiban dan sekedar bacaan lewat dan tidak pernah risau
~ apakah ibadah kita sudah betul...?
~ apakah ibadah kita diterima...?
penyakit inilah yang sedang menimpa kebanyakan manusia,ibadah alakadarnya dan merasa yakin ibadah nya sudah pasti diterima.
dan tidak pernah mengkoreksi
@ bagaimanakah ibadah Rosulullah...?
@ kenapa Rosulullah dalam melakukan ibadah sampai kaki beliau keluar darah....?
kalau semua pertanya di atas timbul dalam diri kita baru akan berusaha untuk mengerti tujuan ibadah itu sendiri
karena tujuan Thiriqoh itu
لِـيْ اِزَلَـةِ الْـحُـجُـوْبِ الـنّـَفْـسِ
tujuan dzikir Toriqoh itu untuk menghilangkan /menyingkap dinding yang ada di hati.
banyak beredar di masyarakat melarang seseorang untuk masuk Thoriqot seperti
~ jangan masuk Thoriqot nanti gila
~ jangan masuk Thoriqot karena ilmu fiqih mْu belum kuat
~ jangan masuk Thoriqot, Thoriqot itu ilmunya para wali-wali
~ jangan masuk Thoriqot cukup amalkan sholawat saja
orang yang berbicara seperti ini karena kurang paham apa yang di katakan Syariat/islam,Thoriqoh/iman, Hakekat/Ihksan.
sekarang banyak orang berbicara tentang Allah, Hari kiamat,Takdir
semua yang di bahas adalah ilmu Thoriqoh/iman
sesuai dengan sabda Nabi
اِذَوُسّـِدَ اَمـرُ لِى غَـيْـرِ اَهْـلِ فَـنـتَادِرِسّـَاعَـهْ
kelak apabila orang bukan ahlinya dalam suatu ilmu ikut berbicara maka akan timbul kerusakan di muka bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar